Jumat, 05 Oktober 2012

WALI PAIDI III

WALI PAIDI III
Setelah beberapa hari di indonesia wali paidi ini berencana melakukan suluk nyepi ke gua di gunung arjuna sesuai perintah sang sulthonul aulia...
wali paidi mulai berkemas untuk berangkat ke gunung arjuna
Ber pres2 rokok sudah disiapkan mulai dji sam soe, gudang garam dan djarum sudah lenkap, tidak ketinggalan kopi satu blek juga dibawahnya
Setelah sampai di kaki gunung arjuna wali paidi mulai mendaki mencari gua yg di maksud oleh sang sulthonul aulia, pada hari yg ketujuh sejak pendakian wali paidi akhirnya menemukan gua tersebut, gua itu mulutnya kecil tertutup ilalang tp dalamnya luas , dipojok kiri ada sumber mata air dan di pojok kanan ada batu yg menyerupai meja yg kemungkinan oleh yg pny gua ini dulu dipakai untuk sholat.
Wali paidi menaruh barang bawaannya di sebelah batu yg mirip meja tsb, dan pergi menuju ke mata air untuk mandi dan berwudlu, ketika mandi hati wali paidi ini dg sendirinya berzikir dg cepat dan otomatis, pengetahuan ruhani wali paidi semakin bertambah, hatinya berbunga2 tanpa dpt ia cegah, nur bashirohnya semakin terang benderang, setelah berwudlu wali paidi ini melakukan sholat di atas batu yg mirip meja itu, beratus ratus rokaat tanpa terasa telah berlalu dan wali paidi baru sadar ketika terdengar ayam berkokok.
Wali paidi turun dari batu menuju tempat perbekalannya untuk membuat kopi dan duduk santai sambil merokok, panci sudah di keluarkan dan rokok dji sam soe reefil sudah di siapkan, tapi alangkah kagetnya wali paidi ini ketika mencari korek tidak ada, ia keluarkan semua isi tasnya tapi tetap aja korek tidak ditemukan,
'' wadoh ciloko iki,'' wali paidi bergumam sendiri
Dia melihat kopi satu blek yg aromanya begitu harum dan berpre pres rokok berbagai merk tergeletak disamping kopi
'' wes..wes..muspro kabeh iki, kok bisa koreknya gak kebawa..'' kata wali paidi mulai kesal
Satu dua hari dilalui wali paidi ini tanpa kopi dan rokok dan pada hari yg ketiga wali paidi mulai tidak tahan, hatinya semeblak ketika melihat kopi dan rokok yg terkulai tak berguna..
Wali paidi mulai membaca hizb, semua hizb ia kerahkan dan setelah membaca asyfa' 3x wali paidi ini mengusapkan telapak tangannya pada matanya dan byarr... Seluruh alam jin dan makhlus halus lainnya tampak sangat jelas terlihat.
Wali paidi segerombolan jin diluar gua sebelah kiri. Kira-kira 10 meter dari mulut gua, wali paidi mendatangi bangsa jin yg terdekat dg gua tsb, gerombolan jin yg melihat wali paidi datang, tampak ketakutan
'' ada yg pny korek api?'' tanya wali paidi kpd bangsa jin
''kami gak punya'' jawab mereka
Wali paidi lansung mengobrak abrik tempat para jin tsb, para jin lari tunggang langgang dan banyak sekali yg terluka.
Selanjutnya Setiap tempat yg ada jinnya didatangi oleh wali paidi ini dan kalau ditanya jawabannya gak pny korek api maka wali paidi ini lansung mengobrak abrik tempat tersebut
Gemparlah seluruh bangsa jin digunung arjuna melihat sepak terjang wali paidi ini, seluruh desa dan kota dari kerajaan jin digunung arjuna ini telah di obrak abrik oleh wali paidi. Nama wali paidi menjadi terkenal menjadi momok yg menakutkan dikalangan bangsa jin
Dan akhirnya tibalah wali paidi ini dipusat kerajaan bangsa jin, ketika sampai di gerbang kerajaan wali paidi disambut oleh 2 prajurit yg memang oleh raja mereka diperintahkan untuk menyambut wali paidi dan mengantarkan kepadanya.
Tampak wajah2 yg ketakutan di wajah prajurit jin ini melihat wali paidi,
Dg suara tergagap - gagap prajurit ini mempersilahkan kpd wali paidi untuk masuk istana dan menemui raja mereka
Dalam istana raja jin yg bernama ismoyo ini sudah menunggu kedatangan wali paidi, setelah wali paidi masuk istana, raja ismoyo ini lansung turun dari singgasananya menyambut lansung wali paidi dan mempersilahkan wali paidi untuk duduk di sampingnya.
Dg agak takut raja ismoyo ini bertanya:
'' hamba dengar tuan wali telah membuat geger kerajaan hamba, tuan telah mengobrak abrik seluruh wilayah kerajaan tanpa ada yg sanggup melawan tuan, apakah gerangan yg tuan cari , sehingga tuan murka begini, mungkin hamba bisa membantu,''
Wali paidi menjawab :'' aku mencari korek, apakah anda punya,''
Seluruh prajurit tegang menunggu jawaban raja mereka, senjata pedang dan tombak sudah mereka pegang dg erat bersiap kalau2 ada hal2 yg tdk di inginkan.

1 komentar: