GUS DAVID

Sedikit Kenangan Dg Gus David

Pada hari kamis malam kemarin lusa, tidak tahu ada apa, hati ini pingin sekali ke tulungagung, pingin menelusuri jejak-jejak tapak kaki para guru, ngalap berkah, hati berkata ah....besok habis subuh aja berangkat ke tulungagung.

Tapi sehabis subuh sudah lupa dan ketiduran, paginya makin lupa karena sudah disibukkan dg urusan duniawi. Dan sekitar jam 09.30 ada pesan WA yg mengabarkan kalau gus david meninggal dunia. Ya Allah....aku teringat lansung dg kejadian beberapa tahun yg lalu, yakni diwaktu meninggalnya Mbah Kyai Djalil abah beliau.

Gus Adib Muhammad Maidumi atau lebih akrab dipanggil Gus David setahuku adalah sosok yg sangat hormat kepada kakak-kakaknya yg lebih tua, dan sangat penyayang kepada adik-adiknya, lebih - lebih sangat andap asor kepada para saudaranya dari Ibu Nyai zahroh. 

Sesibuk apapun kalau ada kakaknya yg perlu dengannya, maka dengan serta merta beliau hadir memenuhi keperluan kakaknya tsb. Pernah aku jagongan ngopi dg Gus Faris, disela - sela ngobrol sesekali gus faris maen game, dan ditengah-tengah maen game, Gus Faris kesulitan dg cheet game yang dimainkannya,  Gus Faris menelpon Gus David 

" Vid, cheet game iki piye....."

" oh...inggih mas kulo mriku " jawab Gus David.

Tidak lama kemudian Gus David datang, memberitahukan cheet yg dimaksud, cuma sebentar dan beliau pamit pergi lagi, padahal waktu itu aku tahu Gus David lagi sibuk, dan jarak yg ditempuh untuk mendatangi Gus Faris lumayan jauh, seumpama aku yang ditelpon pasti ku jawab, " besok aja mas, kalau ketemu " tapi Gus David tidak begitu, beliau lansung datang memenuhi keperluan kakaknya saat itu juga.

Gus David pernah mondok di Dalwah Raci bangil, pondoknya Habib Baharun, rata - rata yg mondok di situ adalah kebayakan para habaib. Sewaktu mondok beliau dipeseni oleh abah beliau yakni Mbah Kyai Abdul Djalil, untuk memakai nama Maidumi bukan David, biar para santri tidak mengetahui kalau beliau adalah putra Mbah Kyai Abdul Djalil. Dan yang biasa disuruh mengirimi keperluan beliau sewaktu mondok adalah Gus Adib dan Gus Syarif. 

Suatu waktu Gus Adib dan Gus Syarif berhalangan lalu disuruhlah salah satu kang e untuk mengirim uang ke Dalwah, dan betapa kagetnya kang e ini, ketika melihat Gus David di perlakukan kurang menyenangkan oleh para santri dari kalangan Habaib, aslinya udah biasa kalau ada santri bukan habib di goda oleh santri dari kalangan habaib. Tapi kang e ini tidak terima, dan mengatakan kalau Gus David ini juga habib kepada para santri dalwa.

Dan ributlah para santri dalwa, tersiar kalau Gus David mengaku - ngaku habib, dan ini termasuk hal yang fatal, Gus David disidang oleh ketua kamar, di mintai pertanggung jawaban di minta untuk menujukkan catatan dari rabitoh alawiyyin kalau dirinya benar-benar habib. Gus David hanya diam saja, sedang kang e oleh Gus David disuruh pulang.

Permasalahan tidak berhenti sampai disitu, beberapa hari kemudian Gus David disidang oleh ketua pondok dalwa, sama seperti yang dilakukan oleh ketua kamar, Gus David diminta oleh ketua pondok untuk bisa menunjukkan catatan dari robitoh alawiyyin yg menunjukkan kalau dirinya adalah habib.

Sewaktu situasi semakin memanas, tiba-tiba datanglah Syarifah Khodijah istri Habib Baharun, entah tahu darimana Syarifah Khodijah akan peristiwa ini, padahal Syarifah Khodijah selama ini di ndalem asrama pondok putri, agak jauh dari asrama pondok putra, beliau mengatakan kepada para pengurus pondok kalau Maidumi ( Gus David ) adalah keluarganya. Dan terbongkarlah identitas Gus David, para santri akhirnya tahu kalau Gus David adalah putra Mbah Kyai Abdul Djalil Mursyid Syadziliyyah pondok PETA tulungagung.

Selama mondok bertahun - tahun Gus David menyembunyikan identitasnya baik kepada pengurus pondok maupun kepada pengasuh yakni Habib Baharun, tapi hari itu Syarifah Khodijah membongkar identitasnya, setelah identitasnya diketahui para santri, Gus David memutuskan boyongan.

Walaupun begitu, hubungan Gus David dg para santri dalwa terutama para habaib tetap terjalin erat, sewaktu Gus David opname dan sampai dihari pertama tahlil malam kemarin banyak yg hadir memberi penghormatan.

Gus David ini memang sosok yg tidak gampang sambat, walaupun beliau sakit, beliau tidak menampakkan wajah kesakitan, pintar menyembunyikan sakit yang dideritanya, baru ketahuan keluarga kalau Gus David sudah lemah tak berdaya meringkuk dalam kamar, dari kena mag menjadi liver. Dan minggu - minggu kemarin beliau keluar masuk rumah sakit sampai beliau pergi meninggalkan kita semua.

Selama aku bergaul dengan Gus David, beliau ini jarang guyon denganku, lebih sering memberi arahan-arahan kepadaku, pernah ada yang melanggar arahan beliau lansung kena musibah, dan kontan.

Dan alhamdulillah dihari pertama tahlil, aku bisa hadir bersama kawan - kawan jama'ah freeland ( Gubuk ANU sumput moker ) dan terimakasih buat keluarga yg membelikan nasi padang kepada kami semua, semoga jadi padang e hati kami, dan saya bersaksi bahwa Gus Adib Muhammad Maidumi adalah orang baik.

Alfatihah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WALI PAIDI VI

MBAH KYAI DJALIL MENGAJARI SALAH SATU PUTRANYA